Minggu, 21 Desember 2008

Historical Timeline of Ho Wuan Siang 6)

Era Peperangan
Perang Norizo-Telentium
Waktu: Tahun Sang Pencipta 450 – 452, 454 – 458, 461-469, 499-544
Sekalipun semua orang mengakui bahwa Kerajaan Aestheria adalah negara dengan Kekuatan Militer terbesar di dunia, tapi setelah empat kali pertenpuran yang panjang, mereka masih gagal pula menghancurkan Kerajaan Terkutuk Norizo.

Penyebabnya adalah kondisi geografis serta perbentengan kukuh yang dibangun selama ratusan tahun oleh Kerajaan Clem. Sebagian dari garis perbentengan itu menghadap ke Utara, ke wilayah Kerajaan Aestheria. Ditambah semangat membara dari rakyatnya yang mendukung penuh Kerajaannya, lalu Institut Sihir yang bahu membahu dengan Raja, peperangan terus berlangsung dengan setara.

Pada Perang Keempat, Kerajaan Aestheria menghadapi Pemberontakan besar Suku-Suku Gunung Liar di wilayah Utara mereka, serta konflik Perebutan Pegunungan Biru di sebelah timur wilayahnya melawan Kerajaan Mauro. Korban dan biaya perang yang berkepanjangan membuat terjadinya kelesuan ekonomi serta melemahnya Kerajaan yang semula adidaya itu. Sejak saat itu hanya terjadi pertempuran perbatasan kecil-kecilan, yang berakhir dengan penandatanganan perjanjian damai pada Tahun Sang Pencipta 544.

Pudarnya Kekuasaan Norizo dan Suku Selatan
Waktu: Tahun Sang Pencipta 450 – 623

Kerajaan Terkutuk Norizo mengalami ancaman yang serius terhadap eksistensinya saat berperang melawan baik Kelaparan maupun Serbuan Kerajaan Aestheria berkali-kali. Akibatnya wilayah pengaruhnya mulai pudar, dengan lepasnya wilayah Pantai Barat dan Timurnya menjadi wilayah yang independen.

Wilayah Pantai Barat mendapatkan banyak pengaruh dari Aestheria dan Kerajaan Maritim Yemez. Sedangkan Wilayah Timurnya menyatu dengan Wilayah Jian Xi, wilayah independen yang banyak dihuni oleh orang-orang bebas. Dikenal juga sebagai rimba persilatan Jian Xi. Sedangkan wilayah Selatannya mengalami serbuan Suku Selatan yang mendendam pada Kerajaan Norizo atas terputusnya garis keturunan Raja Clem.

Embargo ekonomi serta permusuhan global terhadap negeri ini membuatnya tidak mampu berkembang maksimal dan selalu terancam bahaya. Sampai saat ini tidak ada satu kedutaan negara lain pun di Norizo.

Suku Selatan sendiri yang terdiri dari banyak federasi yang masing-masing terdiri lagi dari suku-suku, setelah kejatuhan Kerajaan Clem sibuk bertikai memperebutkan wilayah dan kekayaan. Tapi sebagian besar dari mereka tidak mampu menyaingi teknologi, semangat kebebasan, kreativitas, serta produksi kerajaan-kerajaan baru. Suku Selatan masih mempertahankan tradisi mereka tidak membangun bangunan batu, hidup nomaden, dan memiliki sifat kesukuan yang besar akibat isolasi mereka selama beratus-ratus tahun.

Akibatnya mereka banyak mengalami kehilangan wilayah, terutama oleh musuh besar mereka, Kerajaan Telentium.

Selasa, 16 Desember 2008

Historical Timeline of Ho Wuan Siang 5)

Penggulingan Trah Telentium oleh Klan Urand
Waktu: Tahun Sang Pencipta 452 (7 Tahun Setelah runtuhnya Clem)
Penguasa wilayah tengah, keturunan saudagar sahabat Raja Pertama Dinasti Clem, akhirnya ditumbangkan oleh Jendral dari Klan Saudagar yang terkemuka, bernama Bargamirn Daina Urand. Ia mendirikan sebuah Kerajaan yang ia beri nama Telentium, atas nama lahan yang kaya akan logam-logam berharga yang sekarang ia perintah. Memperkuat dirinya, mereka menyerang ke segala arah, mengalahkan dan menguasai banyak wilayah milik Suku Selatan, Semenanjung Selatan, bahkan merangsek ke Utara. Kekuasaan mereka yang begitu besar menantang Kerajaan Aestheria, sehingga untuk kompromi kedua Kerajaan Besar ini melahirkan Kerajaan Harmonia. Tapi semua hal ini tidak akan terjadi sebelum Kerajaan Mauro menyerbu Zirconia.

Pembagian Tiga Tanaman Suci – Lahirnya Kerajaan Harmonia.
Waktu: Tahun Sang Pencipta: 463 (18 Tahun Setelah Clem Runtuh)

Untuk menjelaskan kepentingan politik di balik pembentukan Kerajaan Harmonia oleh pihak-pihak yang berkuasa saat itu, kita perlu memahami mengenai sejarah Tiga Tanaman Suci sendiri. Menurut Sejarah Kerajaan Clem, Tanaman Kopi, Teh, dan Kakao/Coklat, adalah tanaman yang diturunkan dari benih-benih di tangan Dewa Bermata Tiga sendiri.

Tetapi pada kenyataannya, bahkan sebelum Kerajaan Clem terbentuk, ketiga Tanaman ini telah menjadi komoditi yang paling dicari karena kenikmatannya yang elegan. Tiga Tanaman ini begitu langka karena mereka hanya bisa tumbuh di sebuah dataran tinggi dengan galur tanah aluvial di sepanjang sungai Harmoni. Dapat diolah menjadi minuman, makanan, pencita-rasa, bahkan obat-obatan. Dipakai juga dalam semua acara resmi, ritual, bahkan memiliki nilai kultus dan spiritual yang kental, Tiga Tanaman ini dihargai setara dengan emas dan perak, apalagi ketika Kerajaan Clem menyebarkan budaya menggunakan Tanaman ini sebagai pertanda kelas sosial, serta wajib dalam pelaksanaan ritual di manapun di dunia. Mampu menghadirkan ketenangan dan konsentrasi, kebangunan serta kenikmatan tiada tara, Tiga Tanaman Suci ini begitu populer, telah sering mampu menghindarkan banyak peperangan di muka bumi, dan dicandui siapa saja.

Barangsiapa mampu menguasai tanah penghasil Tiga Tanaman ini, maka dialah Kerajaan Terkuat dan Terkaya di dunia. Maka ketika Kerajaan Mauro telah menguasai Zirconia, Telentium dan Aestheria telah bangkit dan sadar akan ancaman kekuasaan Mauro, maka Kekuatan Ketiga Kerajaan ini otomatis bertemu di tengah-tengah benua.

Sadar bahwa perang antar ketiga kekuatan ini akan berakibat kehancuran wilayah penghasil Tiga Tanaman tanpa bisa kembali, selain tidak menginginkan adanya pihak-pihak lain yang bisa menguasainya, maka Kerajaan Telentium dan Aestheria bersepakat membentuk sebuah negara mandiri yang bisa menjamin kepentingan semua pihak. Sebuah negara yang jika diserbu kerajaan manapun, akan dibantu oleh pihak-pihak lainnya. Seorang Pangeran dari Kerajaan Aestheria dan Putri dari Kerajaan Telentium menikah dan membentuk Keluarga Kerajaan Harmonia. Ibukota Kerajaan Harmonia saat itu adalah Harmonia Jutena.

Terlambat menyadari apa yang terjadi, Mauro menjadi jerih saat menghadapi dua kekuatan yang menyatu ini. Mereka akhirnya bersedia menanda-tangani perjanjian kuota Tiga Tanaman Suci. Mauro mendapatkan 4 bagian dari setiap sepuluh Tanaman Suci yang dihasilkan, sedangkan Telentium dan Aestheria masing-masing mendapat 2 bagian. Sisanya diperjual-belikan bebas bagi para pedagang, asalkan tidak menjualnya ke Kerajaan Terkutuk Norizo.

Demikian lahirnya Kerajaan Harmonia.

Senin, 08 Desember 2008

Historical Timeline of Ho Wuan Siang 4)

Periode Setelah Kerajaan Clem Hingga Kini

Kemunculan Kerajaan-Kerajaan Dunia
Tahun Sang Pencipta 445 - (saat kini) 623


Bangkitnya Kerajaan Norizo
Waktu: Tahun Sang Pencipta 445

Mengumpulkan segenap sekutunya, dan mendapatkan dukungan penuh rakyatnya, Jahiru’l menguasai seluruh wilayah Propinsi Norizo dalam waktu tiga bulan. Ia sedang memperkuat kedudukannya ketika ia menyadari permasalahan negeri yang baru lahir: Kelaparan.
Kerajaan baru ini tidak memiliki lahan pertanian yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya sendiri (karena selama ini selalu diasup dari negeri-negeri lain). Lebih buruk lagi, semua negeri lainnya telah membangkang dan sepakat mengasingkan dan memusuhi Norizo (dengan alasan karena Norizo-lah yang menghancurkan Kerajaan Clem).

Sebagian besar penduduk Norizo yang merupakan seniman, pekerja administrasi, prajurit, bahkan para bangsawan dan pedagang diubah-suai menjadi tenaga petani. Karena kurangnya pengalaman dan ilmu, maka bencana kelaparan akibat panen yang gagal menghantui Kerajaan yang baru lahir ini. Juga ancaman gelombang serangan dari Kerajaan Aestheria.

Lahirnya Kerajaan Aestheria
Waktu: Tahun Sang Pencipta 445

Dinasti Jendral-Jendral sekaligus Basis Militer Utara Dinasti Clem bereaksi dengan memilih Penguasa dan Gubernur Terbesar mereka sebagai High King atau Raja Besar Aestheria. Beliau kemudian bersiap berperang dan memperkuat negeri mereka, serta mendirikan dinasti pengganti Kekaisaran Dunia. Tapi pada awalnya mereka tidak berani menyerbu karena takut akan Kutukan Mordic. Jadi mereka mempersiapkan dan menunggu. Sampai saat Kerajaan Mauro menyerbu Zirconia.

Invasi Mauro ke Zirconia
Waktu: Tahun Sang Pencipta 450 (5 Tahun Setelah Clem runtuh)

Negeri pertama yang membuktikan bahwa Kutukan Mordic telah telah hancur sepenuhnya, terbebas dari cengkraman gaib perdamaian itu di seluruh bumi, tanpa sengaja, adalah Kekaisaran yang menguasai Wilayah Timur Bumi: Mauro. Kerajaan yang terisolasi Hutan dan Gurun itu tiba-tiba menyerang Kerajaan Zirconia dengan kekuatan perang yang sangat mengerikan.

Lama telah terluka oleh perebutan kekuasaan Pangeran-Pangeran penguasa Negeri itu, bencana alam dan letusan Gunung Yang Bai, serta berbagai bencana yang menimpa mereka pasca-Kejatuhan Dinasti Clem, kedua Pangeran Kembar yang bertikai tewas diterjang air bah pasukan Mauro. Negeri Zirconia yang subur dan hijau ditelan kekuasaan asing dalam waktu kurang dari setahun.

Sejuta lebih petani dan pengungsi menghindar dari penjajahan, mereka mengungsi sebagian ke Telentium, lalu dari sana akibat pergolakan perang, mereka melanjutkan pengungsian mereka melintasi Kerajaan Telentium, mencari tanah yang subur, hingga mereka mencapai Kerajaan Norizo. Dimana mereka disambut sebagai warga negara yang sangat diharapkan. Mereka membaur dengan tradisi setempat, bahkan putri terkemuka dari garis keturunan murni klan Amano, Fuzuki Amano dan Ching, yaitu Yan Ying, dinikahi Jahiru’l sebagai istri kedua dan ketiganya. Pernikahan ini menghasilkan keturunan yang menjadi Kaisar-Kaisar Norizo berikutnya.

Skema Ho Wuan Siang Series

Ini adalah announcement awal dari projek Blue Dimension World:


Ho Wuan Siang Series terdiri dari:


Wander Natalez Howard series (6 books and counting)
English Version:

1. Tanril

2. Four Seasons and A Prince

3. 25 Days, 7 Hells, 3 Gates

4. Crow Guardians

5. I'll Wait in Jian-Xi Harmonia

6. The Throne of the Gilded


Luan Series, being Prequel of Ho Wuan Siang Series


Chiru'un series (Three books)

1. The Disciples of Luan

2. The Youngest Elder's Apprentice

3. The Hawk King and the Vengeful Witch


The Shepherd of Stars series:


7. The Lost Relic of Accursed Kingdom

8. The Highest War in the World a.k.a Snow Mountain

9. Holy Lightning, Sword, and Maiden

10. Anhyola Sedyi

11. The Shepherd of the Star


Historical Timeline of Ho Wuan Siang 3)

Periode Keruntuhan Dinasti Clem
Waktu: Tahun Sang Pencipta 445


Untuk menelaah penyebab Runtuhnya Kekaisaran Clem, kita perlu menelaah kehidupan seorang tokoh bernama Jahiru’l Rashidi Al’Meda. Ia terlahir pada Tahun Sang Pencipta 411.

Ia adalah seorang Penyihir Tingkat Enam, dengan Pangkat Grandmaster Royal Sanctum. Leluhur keluarga Al’Meda dahulu berasal dari Suku Selatan klan Isshiya. Mereka telah mengabdi pada Kerajaan Clem selama beratus-ratus tahun sebagai penyihir dan penasehat. Ayah Jahiru’l sendiri adalah Grandmaster Menara Ka Dingel, seorang kepala sekolah Penyihir yang tak tersaingi selain oleh Penyihir Legendaris Miwa Rauli’n yang konon hidup enam ratus tahun silam.

Pada jaman itu, Raja-Raja penerus Dinasti Clem selama pemerintahan yang sangat lama, telah mengalami kemunduran akhlak yang amat dahsyat akibat Kekuasaan mereka yang Mutlak. Puncak dari segala kekejian dan kekejaman pemerintahan itu berada pada saat Giluy Virduw Ord bertahta.

Tumbuh besar di keluarga yang berjumlah sangat banyak, dengan rumah maha luas, memiliki derajat tinggi, ia adalah anak yang terkecil dan jarang diperhatikan. Jahiru’l tidak dekat dengan siapapun kecuali kakak perempuannya yang selalu mengasihinya. Malangnya, pada saat ia remaja dan mulai membuktikan kejeniusannya, kakak yang dikasihinya dipanggil menjadi selir oleh Kaisar Giluy.

Beberapa hari kemudian, seperti nasib yang menanti setiap selir (budak) setelah dipanggil oleh Kaisar gila ini, kakak perempuan Jahiru’l Rashidi telah digantung di tembok istana, setelah menjalani siksa neraka istana, untuk dijadikan makanan gagak dan burung bangkai. Habis manis sepah dibuang tidak bisa lebih jauh lagi diungkapkan oleh kekejian Raja ini.

Jahiru’l berubah sejak saat itu. Tapi ia tidak berdaya menentang atau menggulingkan Raja, meskipun seluruh rakyat menderita, meski dendamnya menjulang ke langit tanpa batas. Ia tidak bisa menyentuh bahkan pengawal Raja, apalagi sang Raja, akibat Kutukan Mordic. Sumber Kekuatan yang menjadikan keturunan Clem menjadi bagaikan Dewa, tidak tersentuh, dan karenanya, selewat beratus-ratus tahunan kekuasaan mutlak, menjadi Korup, Gila, dan Jahat.

Hasrat rahasianya serta takdir membawanya bertemu dengan Miwa Rauli’n. Penyihir Legendaris klan Isshiya yang dikabarkan telah meninggal beratus-ratus tahun silam. Gadis Penyihir itu ternyata abadi berkat peranannya sebagai salah satu pemegang Kunci Kutukan Mordic. Miwa menaruh dendam pada Kerajaan Clem. Jahiru’l jatuh cinta pada Miwa, yang dimanfaat Penyihir Legendaris itu untuk membantunya menghancur Fondasi Utama Kemutlakan Kerajaan Clem: Kutukan Mordic.

Bersama-sama, mereka berhasil menghancurkan Kutukan Mordic, menggulingkan Kerajaan Clem, membunuh Raja Giluy, dan segenap keluarg Clem. Serangannya itu menghancurkan Ibukota Dunia: Ka Dingel, dan dalam tempo dua bulan setelahnya, ia berhasil menguasai wilayah Norizo.

Raja Jahiru’l Rashidi Al’Meda dinobatkan oleh segenap penduduk Norizo sebagai Emperor God, atau Kaisar Dewa, yang dipercaya sebagai perwujudan kembali Dewa Pencipta. Miwa menjadi Permaisuri pertama, dan meninggal dua puluh tahun kemudian setelah keabadiannya sirna bersama dengan hancurnya Kutukan Mordic.

Maka perdamaian dunia hancur sudah.

Quotes from Prequel of Ho Wuan Siang

Ar’anraizum Luandi’l Maggo

The Disciple merely sees a Rainbow out of longing
The Master sees a Rainbow out of proficiency
The Inheritor sees Rainbows out of every thing
—Therala’n Una Lua

The Disciple weaves and paints blindfolded, she does it with excellency
The Master weaves and paints without brush or needles, she does it with grace and gratitude
The Inheritor weaves and paints every moment, and she does it with Truth
—Taran Yu’n Lua

The Disciple looks at the Moon, Stars, Light, and awe-inspired
The Master sees the Mansion, Gates, and Dream, and awe-stricken
The Inheritor sees Every, Any, and All Things, and she was dumbfounded by the Truth
—Laigara’n Minamo Lua

They all laughed, cry, sleep, eat, grow, and die
Their sounds and acts may be same, but they are nothing alike
How can Hawks be compared to Quails?
How can the Seer compared to the Blind?
So laugh, even if it is due to simple silliness,
Even upon trying to fool the Truth,
Or along with the Truth,
The last, however, mind you, always have the last laugh.
—Rekkhani Murui’n Lua

The Disciple is like a hunter, a noble warrior, an aspirant and seeker
The Master is like midwife, sassy chit-chatters, knitters and talkers
The Inheritor is like a small baby, it only knows how to cry and see
She couldn’t do more… in front of The All One
—Anbelle Rashu’n Lua

The Colors are not seven but eight
The Numbers are eight but can be nine
The Pillars are not five but five and five and One
The One is the ultimate Three, Three, and Three
The Results are…? Zero or One? All or Nothing? Chaos or Order?
— Umaya Niomir Surda Lua

Minggu, 07 Desember 2008

Tanril Vol I Ho Wuan Siang

Dear Crows of War

Fear not thy shalt prey on those rotten and putrid flesh

Of fallen warriors, blinded by Madness and Hatred

We, the Guardians, shall never let thine beak savor those fell flesh

We shall fight so no ravens and black feathered ever gather in the sky

Yet no worries, ravens and black-feathered soul-mates,

For the nature shall provide you plenty, and men shall be freed from their madness

As long as we breathe and laughed

The Crow Guardians (Hetranis Zagzaligra)

Tanril, Vol I epik Ho Wuan Siang adalah novelku yang ke-3.

Novel ini bergenre Fantasy-Epic-Martial Arts yang bersetting di sebuah dunia antah-berantah, tepatnya di sebuah Kerajaan yang terkenal dengan Perdagangan dan Gurun-gurunnya, yaitu Kerajaan Telentium.

Jika melihat Judulnya orang tentu mengira ini adalah cerita silat bersetting di Tiongkok. Tapi dalam dunia antah-berantah ini, yang bernama Blue World, suku bangsa yang memiliki nama dan ciri-ciri mirip dengan Tiongkok ini adalah bangsa Zirconia. Dan Ho Wuan Siang sendiri adalah Arus Api Kehidupan, sebuah konsep filosofis yang mengandung arti bahwa Kehidupan itu bagaikan Nyala Api, tapi mengalir bagaikan Air, terus, misterius, indah, dan merupakan inti dari segala kisah dan eksistensi.

Nama-nama tokoh di sini juga hanya sedikit yang ber-”bau” Tiongkok (jika kita masih mengacu pada mindset kisah silat biasa) sedangkan sisanya adalah nama-nama khayal yang mengacu seperti pada penokohan Fantasi pada umumnya.

Tokoh utamanya adalah seorang anak bernama Wander Natalez Howard, seorang putra bungsu (saat kisah dimulai) dari ayah bersuku bangsa Telentium dan Ibunda dari Suku Selatan. Mereka tinggal di sebuah Kota Dagang sekaligus Benteng bernama Fru Gar.

Sejak kecil Wander sakit-sakitan dan sering menjadi sasaran bullying anak-anak sebayanya. Hal inilah yang memotivasinya untuk mempelajari Arts, atau sebutan untuk Ilmu Bela Diri, agar bisa melindungi dirinya sendiri dan juga bahkan musuh-musuhnya yang berniat mencelakakannya. Tekadnya itu berjodoh dengan nasib dan mempertemukannya dengan 2 orang Guru yang mumpuni: Kurt Bodan Manjare, dan Jie Bi Shinjin.

Setelah remaja dan dewasa, terjadilah pergolakan besar di Kerajaan yang tadinya damai dan makmur itu, saat Raja Kerajaan Telentium meninggal dunia karena sakit. Suksesi yang tadinya disangka akan berjalan damai ternyata hanya tinggal mimpi kala ketiga pewaris Tahta yaitu Pangeran Pertama, Kedua, dan Ketiga ternyata terlibat dalam pergolakan di balik sebuah rahasia masa lalu yang kelam.

Lalu meletuslah Perang Saudara yang bahkan menjalar hingga mengancam kota tempat tinggal Wander. Terjebak di antara konflik dan tragedi, rahasia dan intrik, juga di kala keputus-asaan dan kegelapan hati manusia merebak, bagaimanakah nasib dan keputusan yang dilakukan Wander? Demi menyelamatkan semua yang disayanginya dan juga demi prinsip kehidupannya?

———————————————————

Sekarang saya akan membahas beberapa poin yang membuat saya menulis buku ini.

Yang pertama adalah betapa di Indonesia karya Fiksi Fantasi belum mendapatkan apresiasi yang sepantasnya, meskipun jika melihat jumlah penggemarnya (yaitu ekuivalen dengan semua penggemar Harry Potter - kategori softcore, hingga semua penggemar Lord of the Rings - penggemar hardcore fantasy) kita hanya bisa bengong melihat bagaimana segmen ini seolah lenyap begitu saja.

Saya telah melihat banyak karya fiksi fantasi jatuh dan tenggelam di dalam pasaran dalam negeri ini, padahal kualitas penulisan mereka saya ketahui begitu baik dan mendalam. Hal ini tidak membuat saya putus asa, karena saya seperti mereka, mencintai genre Fantasi ini begitu dalamnya, sehingga aneh rasanya kalau Indonesia tidak kebagian share para penulis Fantasi ulung (meski saya masih dalam tahap pembelajaran).

Saya hanya ingin mengemukakan sebuah Fantasi yang tidak hanya sekedar meniru-niru gaya barat, tapi juga memadukannya dengan kekayaan budaya yang telah kita miliki yaitu konsep filsafat timur. Di sinilah antara perang akbar ala Epik Fantasi memadu dengan konsep Martial Arts dan the Way of Life Timur, membentuk sebuah paduan khas yang luar biasa bagi saya pribadi.

Kedua, dalam buku ini diungkapkan juga konsep mengenai Kegilaan atau Madness, yaitu sebuah bayangan gelap dalam hati setiap manusia, yang sewaktu-waktu bisa merajai di kondisi yang sesuai, yang mengubah manusia bahkan masyarakat suatu bangsa yang tadinya bersatu padu dan damai, menjadi kubu-kubu dan peperangan saling bantai antar saudara dalam waktu sangat singkat. Kegilaan inilah yang memotivasi seluruh tragedi dan pertikaian, juga yang harus terus dihadapi dan dilawan oleh protagonis tadi dalam dirinya.

Pertempuran dalam level Makro (Perang Bangsa) dan Mikro (Perang dalam Nurani) ini adalah tema abadi umat manusia yang tidak akan ada habisnya selama manusia belum lagi suci, tercerahkan, manunggal kawulo gusti, atau bersatu dengan Sang Pencipta.

Tapi banyak sekali orang yang tidak memahami bagaimana cara menuju ke sana, karena terjebak dalam pusaran kegelapan hati dan kekacauan. Bagaimanakah seseorang bisa dikatakan menemukan kebenaran itu? Bagaimanakah bisa seseorang yang telah banyak membunuh demi kebenaran yang dipegangnya itu rela menyadari kesalahannya? Bagaimanakah perjuangan setiap orang memegang kebenaran mereka masing-masing (walau dikipasi oleh Kegilaan itu diam-diam) bertemu dan saling bertumbukan dalam prahara dan kehancuran?

Itulah tema yang hendak dibahas dalam novel ini.

Novel Tanril (Vol I) ini berfokus pada protagonisnya, sedangkan Zutkukkishi yi’l Gaidanim (Vol II) (Maaf nama judulnya belum bisa dipublikasikan tapi pembaca bisa tahu kok asal rajin membaca ensiklopedi Tanril di bab terakhirnya-Nafta) berfokus pada Penyesalan, Perubahan, dan akhirnya Prinsip Keyakinan di tengah Keputus-asaan dan Kegelapan yang menggila.

Semoga buku ini bisa berguna untuk para pembacanya, membawa juga penerangan budi bagi negeri kita dan seluruh dunia yang kini tercekam kegelapan juga.

Emitta yi’l Aitha,

Nafta S. Meika

Historical Timeline of Ho Wuan Siang 2)

Periode Kekuasaan Kerajaan Clem

Periode Kedamaian Abadi

Waktu: Tahun 16784 – Tahun Sang Pencipta 445

Periode dimana Kekaisaran Dunia, yaitu Dinasti Clem memerintah. Tidak terjadi peperangan di seluruh penjuru bumi selama hampir 680 tahun. Seluruh Kekaisaran diperintah dengan menggunakan Hukum Mordic, Hukum Absolut peninggalan Ior yang menjaga agar Perdamaian selalu Terjaga Kekal.

Hukum Mordic menjamin bahwa setiap pertempuran atau pengkhianatan terhadap Kekaisaran, dimanapun di atas bumi, akan segera otomatis terganjar oleh bencana alam atau wabah mengerikan. Sistem yang dahsyat dan sangat akurat itu dibuat oleh Ior, dengan rahasia kunci-kuncinya ia percayakan kepada Keluarga Raja, Jendral, dan Penasehatnya.

Dinasti Clem beribukota di Ka Dingel, di dataran Barat Norizo. Berikut adalah pembagian propinsi pada masa itu berikut vassal-vassalnya (sebagian besar kelak akan menjadi negara tersendiri):

Norizo – Provinsi Ibukota Kerajaan Clem. Diadministrasi oleh Legiun Penyihir Suku Isshiya dan Rasshadu’n (termasuk bagian dari Suku Selatan).

Padang Suku Selatan – Suku-Suku yang membantu Kerajaan Clem diberikan seluruh Padang Selatan Dunia berikut Semenanjung Selatan.

Aestheria – Negeri Maha Luas ini diberikan kepada Jendral-Jendral Utama Kerajaan Clem, dari Garis Keturunan Argaud, Narum, dan Ordurai.

Telentium – Propinsi kecil di tengah-tengah benua, dimana jalur perdagangan dari seluruh dunia bertemu. Diberikan kepada Frantalimus Ikri Telentium, seorang Saudagar Maha Kaya dan Sahabat Kecil Pangeran Septimus.

Zirconia dan Arzano – Dua Propinsi di Timur Laut yang maha subur, keduanya dihuni dua suku yang berbeda dari sudut keturunan dan budaya, tapi memiliki satu bahasa ibu yang khas: Klan Amano dan Klan Ching.
Kedua propinsi ini diberikan pada keturunan Clem dari silsilah keturunan Ratu Pedang Amanoyu Igami dan Feng Rui.

Harmonia – Wilayah Protekterat penghasil satu-satunya Tiga Tanaman Suci. Diadministrasi oleh keturunan Petani Zinggur Maede.

Mauro – Kerajaan Gurun dan Rimba di Timur Jauh. Mendapatkan status Otonomi dari Kerajaan Clem dengan imbalan upeti setiap tahun.

Kepulauan Yemez – Kepulauan kecil di Barat ini diberikan pada Raja Pelaut Abirum Ta’l Yemez.

Sabtu, 06 Desember 2008

Historical Time Line of Ho Wuan Siang 1)

Periode Sebelum Kerajaan Clem

Perang Millenium

Waktu: 16,764 Tahun berlalu sebelum Kemunculan Kerajaan Clem

Adalah periode kekacauan dan Perang terus menerus di seluruh permukaan bumi. Era dimana pada awalnya Kerajaan-Kerajaan lahir dan mati tenggelam dalam waktu. Dimana Kebudayaan-Kebudayaan Kuno dan Misterius tumbuh subur dan menghilang pula dengan misterius. Dimana dikatakan bahwa dahulu Sepuluh Dewa hidup dan berjalan di muka Bumi bersama manusia dan bukan-manusia. Dimana mahluk-mahluk berkaki dua dan empat, bersayap dan bertaring, serta sihir bukanlah legenda melainkan kenyataan sehari-hari. Masa dimana ribuan ajaran, kepercayaan, dan ilmu pengetahuan tercipta, beberapa di antaranya adalah Aranraizum Luandi, Dao Di, Mana, Ribuan jenis Khici, Arts, dsb.

Munculnya Kerajaan Clem

Waktu: Tahun 16764 - 16784

Geram melihat kekacauan yang tiada berhenti di muka Bumi, Dewa Bermata Tiga turun ke Bumi dalam wujud seorang bocah berambut biru emerald. Ia menamakan dirinya sebagai Ior di hadapan seorang calon Raja Dunia yang dipilihnya: seorang Pangeran Buangan di sebuah propinsi kecil yang tandus. Nama Pangeran itu adalah Septimus Clem Ord.

Pangeran Septimus Clem Ord memanggil Dewa Bermata Tiga ini sebagai Kusanagi, yang berarti “Sumber Keemasan dan Bebungaan”, karena Ia-lah yang menumbuhkan Bunga-Bunga Emas kemanapun Ia pergi dengan Tongkat-Nya.. Dengan bantuan Ior, Pangeran yang bijaksana dan memiliki cita-cita mulia ini menjadi Penguasa Seluruh Bumi dalam waktu kurang lebih 20 tahun setelah menghancurkan Tujuh Kerajaan Besar.

Maka Dinasti Clem didirikan pada tahun 16784.

Setelah Kekaisaran Dunia berdiri, sebuah penanggalan Dunia yang baru dibuat oleh Ior, yang menyatakan bahwa telah hampir 17,000 tahun manusia terus berperang terus tanpa henti. Tanpa pernah ada kedamaian di muka bumi. Maka untuk memperingati pergantian Milenium dalam kedamaian, pada Tahun (17)000, penanggalan diganti menjadi Tahun Sang Pencipta 000 dan seterusnya.

Maka tibalah era baru penuh dengan kedamaian.